Kamus Kosakata Gaul

Merepet
bercakap yang bukan-bukan (hingga menjemukan).
“Dia terus merepet tentang masalah yang sama, membuat semua orang merasa bosan.”
Aksa
Jauh
Rumahnya berada aksa dari kota, menyebrangi perbukitan.
Baskara
Matahari
Di pagi hari, baskara muncul dan menyinari seluruh desa.
Candala
rendah diri, hina, nista
Walau berasal dari latar belakang candala, ia tetap dihormati.
Nyinyir
mengulang-ulang perintah atau permintaan; cerewet dan suka mengkritik atau berkomentar sinis.
“Sikapnya yang nyinyir sering membuat teman-temannya merasa tidak nyaman.”
Jelaga
​“Dinding rumah itu dipenuhi jelaga akibat kebiasaan memasak tanpa ventilasi yang baik.”
butiran arang yang halus dan lunak, terjadi dari asap lampu dan sebagainya, berwarna hitam.
Jelita
cantik sekali (untuk wajah) atau indah (untuk pemandangan).
“Dia terlihat sangat jelita di pesta malam ini.”
Lantip
berotak cemerlang dan cerdas.
“Dengan pikiran yang lantip, dia berhasil menyelesaikan masalah itu dengan cepat.”
Semrawutan
kacau balau, acak-acakan, dan tidak teratur.
“Ruangan itu terlihat semrawutan setelah pesta selesai.”
Gahar
kasar dan ganas, memiliki arti yang beragam.
“Sikapnya yang gahar membuat orang lain merasa takut mendekatinya.”
Ternganga
terbuka lebar, tentang mulut, pintu, dan sebagainya.
“Dia ternganga melihat keindahan pemandangan di depan matanya.”
Blusukan
masuk ke suatu tempat dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu.
“Mereka blusukan ke daerah kumuh untuk melihat kondisi masyarakat di sana.”
Andong
alat transportasi tradisional beroda empat yang ditarik oleh kuda.
“Kami menikmati perjalanan santai dengan andong menyusuri jalanan kota tua.”
Kendong
membawa sesuatu dengan membungkus.
“Dia kendong tas berisi barang-barang saat pergi ke sekolah.”
Bedung
membalutkan kain di sekeliling tubuh bayi; kata baku dari bedong.
“Setelah mandi, bayi itu segera dibedung agar merasa hangat.”
Intrik
penyebaran kabar bohong yang sengaja untuk menjatuhkan lawan.
“Dia tidak terlibat dalam intrik politik yang merugikan pihak lain.”
Comek
rambut yang tumbuh di bawah bibir atau di atas dagu.
“Dia memutuskan untuk mencukur comek agar terlihat lebih rapi.”
Adarusa
orang yang meminjam sesuatu tapi tidak ada kemauan untuk mengembalikan.
“Dia memang adarusa, makanya banyak yang tidak percaya.”
Adiwidia
pengetahuan yang paling tinggi.
“Mencapai adiwidia adalah impian semua penuntut ilmu.”
Ancala
Gunung.
“Di kejauhan, ancala itu terlihat menjulang dengan gagahnya.”
Andala
laut yang sangat dalam.
“Kita tidak bisa menjangkau andala.”
Amerta
Abadi.
“Keabadian adalah simbol dari amerta yang sesungguhnya.”
Asmaraloka
Dunia cinta kasih.
“Dunia ini terasa seperti asmaraloka ketika bersama dengannya.”
Asrar
Rahasia
“Dia memiliki asrar yang tidak ingin dibagikan kepada siapa pun.”
Atma
Jiwa.
“Setelah bertahun-tahun mencari jati diri, akhirnya dia menemukan atma-nya.”
Ayar
Air.
“Kejernihan ayar di sungai itu sangat memikat hati.”
Bahtera
Perahu atau kapal.
“Bahtera besar itu siap untuk berlayar menuju pulau seberang.”
Bermastautin
bertempat tinggal.
“Dia telah bermastautin di kota itu selama lebih dari sepuluh tahun.”
​
Buana
dunia atau jagat.
“Kita semua adalah penghuni buana ini yang saling membutuhkan.”
​
​​
Bumantara
angkasa.
“Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan bumantara yang dipenuhi bintang yang indah.”
​
Candala
rendah diri atau hina.
“Walau berasal dari latar belakang candala, ia tetap dihormati.”
​
​
Candramawa
warna hitam bercampur putih.
“Bulu kucing itu candramawa, perpaduan antara warna hitam dan putih.”
​
Daksa
tubuh.
"Meski tubuhnya kecil, daksa-nya sangat kuat dan cekatan.”
Daga
perbuatan menentang atau haus.
“Keberaniannya seperti daga yang tidak kenal takut.”
​
Dera
pukulan.
“Mereka harus menahan dera dalam perjuangan yang panjang.”
Dersik
desir.
“Dersik angin di malam hari membuatnya teringat kampung halaman.”
Distraksi
mengalihkan perhatian.
"Suara bising itu menjadi distraksi yang mengganggu konsentrasinya.”
Eskalasi
kenaikan atau pertambahan.
“Terjadi eskalasi harga bahan pokok di pasar akibat inflasi.”
Fiat
persetujuan penuh dan resmi.
“Keputusan ini memerlukan fiat dari pihak yang berwenang.”
Faktitius
rekaan atau buatan.
“Karya ini tampak asli, padahal sebenarnya faktitius.”
Gapah
cekatan atau tangkas.
“Dia terlihat sangat gapah dalam mengurus segala pekerjaan rumah.”
​
Gala
pesta atau perayaan.
“Malam itu diadakan gala untuk merayakan keberhasilan mereka.”
Genta
lonceng besar.
“Genta besar di menara gereja berdentang di pagi hari.”
​
​
Hasta Karya
kerajinan tangan.
“Ia membuat hasta karya indah dari bahan-bahan bekas.”
Hirap
hilang.
“Barang antik itu telah lama hirap tanpa jejak.”
Jatmika
selalu sopan santun.
“Dalam segala situasi, ia tetap jatmika dan sopan.”
Jenggala
hutan atau rimba.
“Mereka harus menyusuri jenggala untuk sampai ke desa yang sangat terpencil.”
Jumantara
awang-awang atau langit udara.
“Semua senang memandangi jumantara yang penuh bintang setiap malam.”
Kalis
suci, bersih, atau murni.
“Hati dan pikirannya selalu kalis dari hal-hal yang negatif.”
Kama
cinta, nafsu, atau kerinduan.
“Hatinya dipenuhi kama yang tulus terhadap sesama manusia.”
Karsa
kehendak atau niat.
“Dengan karsa yang kuat, ia berhasil meraih cita-citanya.”
Ketaksaan
kekaburan atau keraguan (tentang makna).
“Puisi itu memiliki ketaksaan makna yang sulit dipecahkan.”
Lakara
perahu kecil.
“Mereka menaiki lakara untuk menyusuri sungai kecil itu.”
Lembayung
warna merah bercampur ungu.
“Langit berwarna lembayung di senja hari tampak mempesona.”
Loka
dunia atau tempat.
“Aku ingin menjelajahi loka lain dan menemukan pengalaman baru.”
Mahligai
istana.
“Raja tinggal di sebuah mahligai yang sangat megah.”
Masygul
sedih atau murung.
“Wajahnya tampak masygul setelah mendengar berita duka itu.”
Mega
awan.
“Mega di langit mulai menghitam, tanda hujan akan turun.”
Menaki
menentang atau membantah.
“Merasa tidak segan untuk menaki keputusan yang dianggap tidak adil.”
Melaung
berteriak kuat dan nyaring.
“Suaranya melaung memecah kesunyian malam.”
Merapah
menjelajah atau mengembara.
“Merapah hutan belantara untuk menemukan desa tersembunyi.”
Nestapa
penyesalan, sedih, atau susah hati.
“Raut wajahnya penuh nestapa setelah kehilangan orang yang dicintainya.”
Nirmala
tanpa cacat, bersih, atau suci.
“Hatimu sungguh nirmala, selalu tulus dalam membantu orang lain.”
Pitarah
nenek moyang.
“Dengarkan cerita tentang pitarah dari ayah dan bunda.”
Rahayu
selamat atau tenteram.
“Semoga kita semua senantiasa diberi rahayu dalam menjalani hidup.”
Redum
suram, redup, atau mendung.
“Suasana sore itu terasa redum di bawah langit yang mendung.”
Relikui
benda keramat.
“Patung itu dianggap sebagai relikui suci oleh masyarakat setempat.”
Rinai
gerimis atau rintik-rintik.
“Rinai hujan sore itu membasahi jalan-jalan yang sepi.”
Rona
cahaya muka.
“Senyum manisnya memancarkan rona kebahagiaan.”
Sadrah
pasrah.
“Setelah berusaha keras, dia akhirnya sadrah menerima hasilnya.”
Sahaja
apa adanya.
“Jalani hidup dengan sikap yang sederhana dan sahaja.”
Sangkil
sampai, berdaya guna, atau efisien.
“Alat ini sangat sangkil untuk membersihkan seluruh ruangan.”
Sempena
berkat atau mimpi.
“Dalam mimpinya, dia melihat sempena yang memberi petunjuk tentang ujiannya esok hari.”
Senandika
firasat atau konflik batin yang paling dalam.
“Dalam senandika, dia mengungkapkan semua kegalauan hatinya.”
Sujana
bijaksana atau pandai.
“Pribadi sujana ini selalu dijadikan panutan oleh masyarakat.”
Temaram
remang-remang.
“Lampu temaram di kamar itu memberikan suasana yang tenang.”
Umbu
leluhur atau nenek moyang.
“Dia adalah cucu dari umbu yang sangat dihormati di desa ini.”
Visus
daya lihat atau ketajaman penglihatan.
“Berkat visus yang tajam, dia mampu melihat objek dari kejauhan.”
Wastu
rumah besar.
“Keluarganya tinggal di wastu besar yang telah berusia puluhan tahun.”
Widiwasa
Tuhan Yang Maha Esa.
“Semua kejadian di dunia ini ada di bawah kuasa Widiwasa.”
Winaya
pendidikan atau tuntunan.
“Pendidikan dan winaya yang baik membentuk kepribadiannya.”
Yuwana
muda atau anak-anak.
“Masa yuwana, masa yang paling menyenangkan untuk mengenal dunia.”
​
