top of page

Kamus Kosakata Gaul

21d2bf40-ec15-4ec5-9bc2-d2b586f55b28_edi

Merepet

bercakap yang bukan-bukan (hingga menjemukan).

“Dia terus merepet tentang masalah yang sama, membuat semua orang merasa bosan.”

Aksa

Jauh

Rumahnya berada aksa dari kota, menyebrangi perbukitan.

Baskara

Matahari

Di pagi hari, baskara muncul dan menyinari seluruh desa.

Candala

rendah diri, hina, nista

Walau berasal dari latar belakang candala, ia tetap dihormati.

Nyinyir

mengulang-ulang perintah atau permintaan; cerewet dan suka mengkritik atau berkomentar sinis.

“Sikapnya yang nyinyir sering membuat teman-temannya merasa tidak nyaman.”

Jelaga

​“Dinding rumah itu dipenuhi jelaga akibat kebiasaan memasak tanpa ventilasi yang baik.”

butiran arang yang halus dan lunak, terjadi dari asap lampu dan sebagainya, berwarna hitam.

Jelita

cantik sekali (untuk wajah) atau indah (untuk pemandangan).

“Dia terlihat sangat jelita di pesta malam ini.”

Lantip

berotak cemerlang dan cerdas.

“Dengan pikiran yang lantip, dia berhasil menyelesaikan masalah itu dengan cepat.”

Semrawutan

kacau balau, acak-acakan, dan tidak teratur.

“Ruangan itu terlihat semrawutan setelah pesta selesai.”

Gahar

 kasar dan ganas, memiliki arti yang beragam.

“Sikapnya yang gahar membuat orang lain merasa takut mendekatinya.”

Ternganga

terbuka lebar, tentang mulut, pintu, dan sebagainya.

“Dia ternganga melihat keindahan pemandangan di depan matanya.”

Blusukan

masuk ke suatu tempat dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu.

“Mereka blusukan ke daerah kumuh untuk melihat kondisi masyarakat di sana.”

Andong

alat transportasi tradisional beroda empat yang ditarik oleh kuda.

“Kami menikmati perjalanan santai dengan andong menyusuri jalanan kota tua.”

Kendong

membawa sesuatu dengan membungkus.

“Dia kendong tas berisi barang-barang saat pergi ke sekolah.”

Bedung

membalutkan kain di sekeliling tubuh bayi; kata baku dari bedong.

“Setelah mandi, bayi itu segera dibedung agar merasa hangat.”

Intrik

penyebaran kabar bohong yang sengaja untuk menjatuhkan lawan.

“Dia tidak terlibat dalam intrik politik yang merugikan pihak lain.”

Comek

rambut yang tumbuh di bawah bibir atau di atas dagu.

“Dia memutuskan untuk mencukur comek agar terlihat lebih rapi.”

Adarusa

orang yang meminjam sesuatu tapi tidak ada kemauan untuk mengembalikan.

“Dia memang adarusa, makanya banyak yang tidak percaya.”

Adiwidia

 pengetahuan yang paling tinggi.

“Mencapai adiwidia adalah impian semua penuntut ilmu.”

Ancala

Gunung.

“Di kejauhan, ancala itu terlihat menjulang dengan gagahnya.”

Andala

 laut yang sangat dalam.

“Kita tidak bisa menjangkau andala.”

Amerta

Abadi.

 “Keabadian adalah simbol dari amerta yang sesungguhnya.”

Asmaraloka

Dunia cinta kasih.

“Dunia ini terasa seperti asmaraloka ketika bersama dengannya.”

Asrar

Rahasia

 “Dia memiliki asrar yang tidak ingin dibagikan kepada siapa pun.”

Atma

Jiwa.

“Setelah bertahun-tahun mencari jati diri, akhirnya dia menemukan atma-nya.”

Ayar

Air.

“Kejernihan ayar di sungai itu sangat memikat hati.”

Bahtera

Perahu atau kapal.

“Bahtera besar itu siap untuk berlayar menuju pulau seberang.”

Bermastautin

bertempat tinggal.
“Dia telah bermastautin di kota itu selama lebih dari sepuluh tahun.”

 

​
 

Buana 

dunia atau jagat.
Kita semua adalah penghuni buana ini yang saling membutuhkan.”

​

​​


Bumantara 

angkasa.
“Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan bumantara yang dipenuhi bintang yang indah.”

​

 


Candala 

rendah diri atau hina.
“Walau berasal dari latar belakang candala, ia tetap dihormati.”

​

​

Candramawa 

warna hitam bercampur putih.
“Bulu kucing itu candramawa, perpaduan antara warna hitam dan putih.”
 

​

 

Daksa 

tubuh.
"Meski tubuhnya kecil, daksa-nya sangat kuat dan cekatan.”

 

 

 

Daga

perbuatan menentang atau haus.
“Keberaniannya seperti daga yang tidak kenal takut.”

 

 

​


Dera

pukulan.
“Mereka harus menahan dera dalam perjuangan yang panjang.”

 

 


Dersik

desir.
“Dersik angin di malam hari membuatnya teringat kampung halaman.”

 

 


Distraksi

mengalihkan perhatian.
"Suara bising itu menjadi distraksi yang mengganggu konsentrasinya.”

 

 


Eskalasi

kenaikan atau pertambahan.
“Terjadi eskalasi harga bahan pokok di pasar akibat inflasi.”

 

 


Fiat  

persetujuan penuh dan resmi.
“Keputusan ini memerlukan fiat dari pihak yang berwenang.”

 

 


Faktitius 

rekaan atau buatan.
“Karya ini tampak asli, padahal sebenarnya faktitius.”

 

 


Gapah 

cekatan atau tangkas.
“Dia terlihat sangat gapah dalam mengurus segala pekerjaan rumah.”

​

 


Gala 

pesta atau perayaan.
“Malam itu diadakan gala untuk merayakan keberhasilan mereka.”

 

 


Genta

lonceng besar.
“Genta besar di menara gereja berdentang di pagi hari.”

​

​


Hasta Karya 

kerajinan tangan.
“Ia membuat hasta karya indah dari bahan-bahan bekas.”

 

 


Hirap 

hilang.
“Barang antik itu telah lama hirap tanpa jejak.”

 

 


Jatmika 

selalu sopan santun.
“Dalam segala situasi, ia tetap jatmika dan sopan.”

 

 


Jenggala  

hutan atau rimba.
“Mereka harus menyusuri jenggala untuk sampai ke desa yang sangat terpencil.”

 

 


Jumantara 

awang-awang atau langit udara.
“Semua senang memandangi jumantara yang penuh bintang setiap malam.”

 

 


Kalis 

suci, bersih, atau murni.
“Hati dan pikirannya selalu kalis dari hal-hal yang negatif.”

 

 


Kama

cinta, nafsu, atau kerinduan.
“Hatinya dipenuhi kama yang tulus terhadap sesama manusia.”

 

 


Karsa

kehendak atau niat.
“Dengan karsa yang kuat, ia berhasil meraih cita-citanya.”

 

 


Ketaksaan

kekaburan atau keraguan (tentang makna).
“Puisi itu memiliki ketaksaan makna yang sulit dipecahkan.”

 

 


Lakara 

perahu kecil.
“Mereka menaiki lakara untuk menyusuri sungai kecil itu.”

 

 


Lembayung

warna merah bercampur ungu.
“Langit berwarna lembayung di senja hari tampak mempesona.”

 

 


Loka 

dunia atau tempat.
“Aku ingin menjelajahi loka lain dan menemukan pengalaman baru.”

 

 

 


Mahligai

istana.
“Raja tinggal di sebuah mahligai yang sangat megah.”

 

 


Masygul

sedih atau murung.
“Wajahnya tampak masygul setelah mendengar berita duka itu.”

 

 


Mega 

awan.
“Mega di langit mulai menghitam, tanda hujan akan turun.”

 

 


Menaki

menentang atau membantah.
“Merasa tidak segan untuk menaki keputusan yang dianggap tidak adil.”

 

 


Melaung 

berteriak kuat dan nyaring.
“Suaranya melaung memecah kesunyian malam.”

 

 


Merapah 

menjelajah atau mengembara.
“Merapah hutan belantara untuk menemukan desa tersembunyi.”

 

 


Nestapa 

penyesalan, sedih, atau susah hati.
“Raut wajahnya penuh nestapa setelah kehilangan orang yang dicintainya.”

 

 


Nirmala

tanpa cacat, bersih, atau suci.
“Hatimu sungguh nirmala, selalu tulus dalam membantu orang lain.”

 

 


Pitarah 

nenek moyang.
“Dengarkan cerita tentang pitarah dari ayah dan bunda.”

 

 


Rahayu

selamat atau tenteram.
“Semoga kita semua senantiasa diberi rahayu dalam menjalani hidup.”

 

 


Redum

suram, redup, atau mendung.
“Suasana sore itu terasa redum di bawah langit yang mendung.”

 

 


Relikui 

benda keramat.
“Patung itu dianggap sebagai relikui suci oleh masyarakat setempat.”

 

 


Rinai

gerimis atau rintik-rintik.
“Rinai hujan sore itu membasahi jalan-jalan yang sepi.”

 

 


Rona 

cahaya muka.
“Senyum manisnya memancarkan rona kebahagiaan.”

 

 


Sadrah 

pasrah.
“Setelah berusaha keras, dia akhirnya sadrah menerima hasilnya.”

 

 


Sahaja

apa adanya.
“Jalani hidup dengan sikap yang sederhana dan sahaja.”

 

 


Sangkil

sampai, berdaya guna, atau efisien.
“Alat ini sangat sangkil untuk membersihkan seluruh ruangan.”

 

 


Sempena 

berkat atau mimpi.
“Dalam mimpinya, dia melihat sempena yang memberi petunjuk tentang ujiannya esok hari.”

 

 


Senandika

firasat atau konflik batin yang paling dalam.
“Dalam senandika, dia mengungkapkan semua kegalauan hatinya.”

 

 


Sujana

bijaksana atau pandai.
“Pribadi sujana ini selalu dijadikan panutan oleh masyarakat.”

 

 


Temaram

remang-remang.
“Lampu temaram di kamar itu memberikan suasana yang tenang.”

 

 


Umbu

leluhur atau nenek moyang.
“Dia adalah cucu dari umbu yang sangat dihormati di desa ini.”

 

 


Visus

daya lihat atau ketajaman penglihatan.
“Berkat visus yang tajam, dia mampu melihat objek dari kejauhan.”

 

 


Wastu

rumah besar.
“Keluarganya tinggal di wastu besar yang telah berusia puluhan tahun.”

 

 


Widiwasa

Tuhan Yang Maha Esa.
“Semua kejadian di dunia ini ada di bawah kuasa Widiwasa.”

 

 


Winaya 

pendidikan atau tuntunan.
“Pendidikan dan winaya yang baik membentuk kepribadiannya.”

 

 


Yuwana 

muda atau anak-anak.
“Masa yuwana, masa yang paling menyenangkan untuk mengenal dunia.”

 

 

​
 

Avilar Creation.
2022 Avilar Creation Copyright. All rightreserved.
bottom of page